Minggu, 29 Maret 2009

Pengertian/Definisi Meteor, Meteorit, Komet, Satelit, Bintang & Planet - Pendidikan Dasar Astronomi Tata Surya Fisika
Berikut di bawah ini adalah arti dasar yang sederhana dari benda-benda langit yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu meteor, meteorit, komet dan satelit :

A. Meteor
Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.

B. Meteorit
Meteorit adalah benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang cepat. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk, jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.

C. Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.

D. Satelit
Satelit adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit peredaran sendiri. Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama mengelilingi bintang. Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi mengelilingi matahari, sedangkan satelit palapa, satelit b1, dan sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti untuk komunikasi, mata-mata, riset, dan lain sebagainya.

E. Bintang
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan jupiter.

F. Planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.
3. Komet terkenal
Ahli falak telah menyenaraikan beribu-ribu buah komet, antara yang terkenal ialah:
Komet Halley, muncul 76 tahun sekali
Komet Hale-Bopp, dijangkakan kembali sekitar 4380
Komet Encke, muncul 3 tahun sekali
Komet West, tempoh orbit sekitar 254,000 tahun

Perubahan Ekor pada Komet (satu menjadi seolah dua)
Komet Lu Lin, merupakan komet berwarna hijau yang akan memiliki titik terdekat dengan Bumi pada 24 Februari 2009. Untuk wilayah tertentu (bagian utara Bumi), komet ini dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Nama Lu lin diambil dari nama observatorium yang pertama kali dipakai untuk mengamatinya. Komet Lu lin yang juga disebut C/2007 N3 direkam pertama kali oleh astronom Taiwan Lin Chi-Seng pada 11 Juli 2007 dari Observatorium Lu lin di Nantou, Taiwan. Awalnya dikira asteroid, namun diidentifikasi sebagai komet baru oleh Ye Quanzhi, mahasiswa Universitas Sun Yat-sen China dari tiga foto yang direkam Lin.

Komet Lu Lin (Foto NASA) - Xinhua News
Posisi Terdekat Sepanjang Sejarah Astronomi
Komet Lu Lin mendekat bumi sejak Januari 2009 dan mencapai posisi puncaknya pada 24 Februari 2009 dengan jarak 61 juta kilometer atau sekitar 160 kali jarak Bumi-Bulan (Jarak Bumi-Bulan sekitar 380 ribu kilometer). Jarak ini kurang lebih dekat daripada jarak Bumi-Mars (78 juta kilometer). Sehingga untuk wilayah utara Bumi, komet Lu Lin akan terlihat pada malam hari dengan mata telanjang dalam beberapa hari ke depan.
Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari akan memanaskan permukan Komet Lu Lin yang terdiri dari campuran debu, gas, dan es. Hasil pengamatan NASA menunjukkan, komet tersebut melepaskan uap air ke ruang angkasa yang setara dengan air sebanyak satu kolam renang bersatandar Olimpiade setiap 15 menit. Cahaya hijau yang dipancarkannya merupakan daya tarik komet Lu Lin. Warna tersebut berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa.
Selain itu, Komet Lu Lin seolah-seolah memiliki dua ekor. Jika dilihat dari Bumi, selain ekor utama (tail) yang mengarah menjauhi Matahari juga terdapat ekor di depan mengarah ke Matahari yang disebut antitail. Hal tersebut akibat ilusi optik yang terjadi saat Bumi pengamatan sejajar dengan garis orbitnya. Lu Lin juga akan tampak bergerak cepat dan berpindah dari posisinya terhadap bintang-bintang yang ada di latar belakangnya. Hal ini karena arah gerak komet yang berkebalikan dengan arah gerak Bumi di tata surya.

Foto Komet Lu Lin (NASA) - Xinhua News
Karena memiliki lintasan orbit parabola yang sangat besar, Komet Lu Lin mungkin jarang sekali mendekat Matahari. Kandungan gas murni yang terbentuk sejak komet itu lahir di awal pembentukan tata surya diperkirakan masih sangat banyak. Pengamatan terhadap gas yang dipancarkan selama “mengunjungi” Matahari akan membantu para ilmuwan menungkap rahasia kelahiran tata surya.
Komet
Komet merupakan anggota “keluarga” tata surya yang memiliki orbit berbentuk elips yang hampir seluruh senyawanya terdiri dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Lintasan komet jauh lebih lonjong daripada lintasan/orbit planet-planet. Bentuk lintasan planet dijelaskan oleh Keppler pada Hukum Keppler II yang berbunyi : Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama. Dari Keppler II, maka ketika komet memiliki titik perihilium (titik terdekat ke Matahari), maka komet akan memiliki kecepatan yang sangat besar dibanding jika berada pada titik aphelium.

Lintasan Komet Kohoutek (lintasan merah = komet, lintasan biru=bumi)
Mengapa Komet Bercahaya
Seperti yang kita ketahui bahwa hanya matahari yang memancarkan cahaya dalam sistem tata surya kita. Selain matahari (bintang), benda luar angkasa tidak memancarkan cahaya. Mengapa komet bercahaya?
Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari. Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor.
Keluarga Komet
Planet yang memiliki keunikan (cahaya) dan bentuk merupakan objek perhatian banyak orang. Selain itu, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik terdekat dengan Bumi juga menjadi alasan mengapa ketika komet memiliki titik dekat dengan Bumi akan menjadi sumber berita yang besar.Selain komet Lu Lin, komet yang sangat dikenal luas Halley. Berikut beberapa komet yang cukup di kenal oleh para astronom.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar